READING A BOOK IS AS EXCITING AS CYCLING

SHOP NOW >

Fulfill your desire bay reading books. We’ll provide your best reading.

Dari Tembok Bandara Kualanamu: Perjuangan Warga Desa Pasar VI Kualanamu Menuntut Keadilan
Lihat Detail

Dari Tembok Bandara Kualanamu: Perjuangan Warga Desa Pasar VI Kualanamu Menuntut Keadilan

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

POD
Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, J. Anto, & Wahyudhi
Penyunting Irfan Afifi
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-0857-07-7
Ukuran 14 x 21 cm; x+190 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Setelah berkali-kali mengalami penundaan, Bandara Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport [KNIA]) akhirnya dioperasikan pada 19 September 2013. KNIA, sebagai bagian dari paket Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sumatera, dibanggakan sebagai satu-satunya bandara di Indonesia yang terintegrasi dengan jalur kereta api. Tetapi, tak banyak orang tahu bahwa di balik kemegahan KNIA menyimpan cerita kelam bagi 71 keluarga atau 237 jiwa warga Desa Pasar VI Kualanamu. Mereka harus merelakan tanah dan rumah untuk digusur secara semena-mena guna pembangunan KNIA tanpa diberi ganti rugi yang memadai. Selama tidak kurang dari 15 tahun, warga Kualanamu gigih berjuang menuntut hak-hak mereka.

Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berliku, menyajikan babagan latar belakang kepentingan di balik pembangungan bandara, serta mengelaborasinya dengan kerangka hak-hak asasi warga yang telah tersepakati dalam berbagai kovenan internasional. Selain menyuguhkan cerita penting yang sepi dari hingar-bingar pembicaraan publik, buku ini juga memperkaya bukti-bukti bahwa masterplan perekonomian Indonesia jauh dari penyejahteraan warganya secara adil.

Burung-burung Kehilangan Sarang: Kisah Tiga Kampung dalam Konflik Agraria
Lihat Detail

Burung-burung Kehilangan Sarang: Kisah Tiga Kampung dalam Konflik Agraria

Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Rp.50.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Iswan Kaputra, Tikwan Raya Siregar, dan Wina Khairina Sinaga
Penyunting Anna Mariana
PenerbitPustaka Sempu & Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia
ISBN978-602-8384-89-6
Ukuran 14x21cm; xviii+254 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

“Dokumentasi ilmiah dalam bentuk buku berdasarkan hasil riset ini menguraikan tiga kasus konflik rakyat berhadapan dengan tiga perusahaan perkebunan yang berbeda. Buku ini berupaya mengungkap pola-pola yang dilakukan perusahaan dalam konflik agraria. Pelajaran yang dipetik dari mencermati konflik pada tiga kampung (kampung Pergulaan, kampung Banten, dan kampung Panguripan) di Sumatra Utara ini menjadi semacam peringatan dini bagi semua rakyat petani di pedesaan, yang kapan saja lahan pertanian milik mereka dapat direnggut oleh pihak lain. Modus pengambilalihan sepihak yang dikisahkan dalam buku ini juga dapat dijadikan antisipasi modus yang sama ke depan yang dilakukan terhadap rakyat.” Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia

“Buku ini didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang mengalami nasib yang sama dengan kisah tiga kampung yang sumber penghidupan mereka dirampas secara paksa. Berbagai upaya, taktik, dan strategi perjuangan klaim hak tanah dalam konflik agraria dapat dijadikan pelajaran untuk memperjuangkan kembalinya tanah milik rakyat. Begitu juga bagi masyarakat lain yang tidak menghadapi konflik tapi punya sumberdaya tanah sebagai lahan pertanian atau perkebunan rakyat. Buku ini dapat dijadikan pelajaran untuk antisipasi karena bukan hal yang tidak mungkin kelompok masyarakat lain dihampiri persoalan yang sama pada masa yang akan datang, mengingat rakusnya korporasi dibantu oleh mafia tanah.” Prof. Bungaran Antonius Simanjuntak, Guru Besar Sosiologi dan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan.

“Kita mendapat gambaran bagaimana ketiga kasus di buku ini sebenarnya menjadi pola umum yang biasa terjadi dalam kasus-kasus lain dalam ribuan konflik agraria dari Merauke sampai Sabang, khususnya konflik agraria di sektor perkebunan, baik yang dikelola negara maupun swasta, baik yang bermodal domestik maupun asing. Pada intinya, pemerintah dengan menggunakan kerangka politik-hukum yang menempatkan diri sebagai ‘penguasa negara’ mengganggap boleh memberikan berbagai kemudahan kepada ‘penguasa modal’ untuk menguasai dan memanfaatkan tanah, meski di sisi lain menyingkirkan warga negara untuk mengakses dan mengontrol tanah yang ada di sekeliling ruang hidup mereka. Kausalitas konflik agraria biasanya dipicu oleh karena adanya pertentangan antara dua atau lebih pihak atas pemilikan, penguasaan, pemanfaatan, atau penggunaan tanah dan kekayaan alam lain. Pertentangan kepentingan ini dapat muncul ke permukaan berupa benturan fisik dalam penguasaan tanah dan kekayaan alam, tetapi dapat juga bersifat laten atau tersembunyi berupa kemiskinan struktural akibat ketimpangan pemilikan dan penguasaan sumber-sumber agraria.” Usep Setiawan, Anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)


Bon Suwung: kumpulan cerpen (Edisi 2017)
Lihat Detail

Bon Suwung: kumpulan cerpen (Edisi 2017)

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Gunawan Maryant
Penyunting Hasta Indriyana
PenerbitINSIST Press
ISBN979-3457-46-5
Ukuran 13 x 20 cm; x + 149 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Merujuk pandangan Prof. Budi Darma (kritikus sastra, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) , ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto. Pertama, cerpen identik dengan puisi. Kedua, cerpen adalah alusi. Ketiga, cerpen identik dengan dunia asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka cerpen Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan dua komponen utama dalam cerpen-cerpen tradisional, yakni penokohan dan alur. Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing. ***

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Gunawan Maryant
Penyunting Hasta Indriyana
PenerbitINSIST Press
ISBN979-3457-46-5
Ukuran 13 x 20 cm; x + 149 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Merujuk pandangan Prof. Budi Darma (kritikus sastra, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) , ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto. Pertama, cerpen identik dengan puisi. Kedua, cerpen adalah alusi. Ketiga, cerpen identik dengan dunia asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka cerpen Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan dua komponen utama dalam cerpen-cerpen tradisional, yakni penokohan dan alur. Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing. ***

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Gunawan Maryant
Penyunting Hasta Indriyana
PenerbitINSIST Press
ISBN979-3457-46-5
Ukuran 13 x 20 cm; x + 149 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Merujuk pandangan Prof. Budi Darma (kritikus sastra, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) , ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto. Pertama, cerpen identik dengan puisi. Kedua, cerpen adalah alusi. Ketiga, cerpen identik dengan dunia asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka cerpen Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan dua komponen utama dalam cerpen-cerpen tradisional, yakni penokohan dan alur. Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing. ***

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Gunawan Maryant
Penyunting Hasta Indriyana
PenerbitINSIST Press
ISBN979-3457-46-5
Ukuran 13 x 20 cm; x + 149 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Merujuk pandangan Prof. Budi Darma (kritikus sastra, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) , ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto. Pertama, cerpen identik dengan puisi. Kedua, cerpen adalah alusi. Ketiga, cerpen identik dengan dunia asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka cerpen Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan dua komponen utama dalam cerpen-cerpen tradisional, yakni penokohan dan alur. Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing. ***

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Gunawan Maryant
Penyunting Hasta Indriyana
PenerbitINSIST Press
ISBN979-3457-46-5
Ukuran 13 x 20 cm; x + 149 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Merujuk pandangan Prof. Budi Darma (kritikus sastra, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) , ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto. Pertama, cerpen identik dengan puisi. Kedua, cerpen adalah alusi. Ketiga, cerpen identik dengan dunia asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka cerpen Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan dua komponen utama dalam cerpen-cerpen tradisional, yakni penokohan dan alur. Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing. ***

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Gunawan Maryant
Penyunting Hasta Indriyana
PenerbitINSIST Press
ISBN979-3457-46-5
Ukuran 13 x 20 cm; x + 149 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Merujuk pandangan Prof. Budi Darma (kritikus sastra, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) , ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto. Pertama, cerpen identik dengan puisi. Kedua, cerpen adalah alusi. Ketiga, cerpen identik dengan dunia asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka cerpen Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan dua komponen utama dalam cerpen-cerpen tradisional, yakni penokohan dan alur. Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing. ***

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Gunawan Maryant
Penyunting Hasta Indriyana
PenerbitINSIST Press
ISBN979-3457-46-5
Ukuran 13 x 20 cm; x + 149 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Merujuk pandangan Prof. Budi Darma (kritikus sastra, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya) , ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto. Pertama, cerpen identik dengan puisi. Kedua, cerpen adalah alusi. Ketiga, cerpen identik dengan dunia asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka cerpen Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan dua komponen utama dalam cerpen-cerpen tradisional, yakni penokohan dan alur. Cerpen adalah alusi, karena itu sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi dan penelitian. Bahkan, sebetulnya cerpen Gunawan tidak secara langsung merupakan alusi pun, tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas yang sebenarnya, sementara alusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, karena itu jangan heran, cerpen Gunawan Maryanto menawarkan dunia yang asing. ***

BILA PEREMPUAN TIDAK ADA DOKTER: Panduan  Perawatan Kesehatan dan Pengobatan Bagi  Perempuan
Lihat Detail

BILA PEREMPUAN TIDAK ADA DOKTER: Panduan Perawatan Kesehatan dan Pengobatan Bagi Perempuan

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli Where Women Have No Doctor: A Health Guide for Women
Penulis A. August Burn, Ronnie Lovich, Jane Maxwell, & Katharine Shapiro
Penerjemah Omi Intan Naomi
PenerbitINSIST Press
Ukuran 17x24cm; xvi + 752 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Buku ini berisi tentang panduan perawatan kesehatan dan pengobatan perempuan.

Di seluruh dunia, jutaan perempuan berdiam di kota-kota dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan kesehatan. Banyak yang menderita bahkan sampai meningal, lantaran tak tercapainya layanan perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang seluk-beluk kesehatan mereka.

Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga siapa saja yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja. Bahasanya mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai problema kesehatan perempuan.


BILA PEREMPUAN MELAHIRKAN: Panduan  Menangani Persalinan
Lihat Detail

BILA PEREMPUAN MELAHIRKAN: Panduan Menangani Persalinan

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

POD
Rp.250.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Judul Asli A Book for Midwives: Care for pregnancy, birth, and women’s healthn
Penulis Susan Klein, Suellen Miller, dan Fiona Thomson
Penerjemah Sonya Sondakh, Heny Soelistyowati
Penyunting dr. Istianto, Noviani Indarti, SpOG
PenerbitINSIST Press
ISBN 978-979-8384-29-5
Ukuran 17x24cm; xxvi + 667 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Di banyak pelosok dunia, jutaan perempuan seringkali harus berjuang sendirian atau hanya mendapat bantuan yang sangat minim ketika melakukan persalinan. Bahkan dari mereka harus menderita bahkan meninggal akibat komplikasi saat melahirkan karena tidak mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai. Selain disebabkan oleh minimnya fasilitas kesehatan, penanganan persalinan yang buruk juga seringkali disebabkan oleh minimnya informasi tentang kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta kurangnya tenaga kesehatan yang terlatih.
Buku ini ditulis untuk siapa saja yang terlibat dalam penanganan kesehatan ibu hamil dan melahirkan. Buku ini merupakan panduan yang dipaparkan dengan bahasa sederhana dan disertai dengan ilustrasi. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman dan hasil wawancara dari ibu melahirkan dan pekerja kesehatan di berbagai pelosok bumi. Sehingga buku ini memuat langkah-langkah penanganan persalinan dengan lengkap dan teruji.

Berubah atau Diubah: Lembar Fakta dan Panduan  Tentang Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
Lihat Detail

Berubah atau Diubah: Lembar Fakta dan Panduan Tentang Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

POD
Rp.40.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Hira Jhamtani, Agung Wardana, dan Kadek Lisa
Penyunting Roem Topatimasang
PenerbitINSIST Press
Ukuran 13,5x20cm; 74 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Panduan yang anda pegang dan baca sekarang ini pada awalnya adalah selebaran yang dipersiapkan oleh para aktivis dan organisasi lingkungan hidup di Bali, dalam rangka Konferensi Internasional PBB tentang Perubahan Iklim, Desember 2007.

Meskipun hajatan internasional tersebut telah berlalu, namun isi dari panduan ini tetap actual bahkan untuk puluhan tahun ke depan. Karena, isu pemanasan global dan perubahan iklim adalah masalah yang memang tak akan bias diselesaikan dalam jangka pendek. Isu ini menuntut upaya sistematis dan strategis berjangka panjang. Dan, yang terpenting dari semua upaya itu adalah keharusan melibatkan seluruh lapisan dan kalangan masyarakat luas untuk secara aktif mengantasipasinya.

Masalahnya adalah bahwa masih cukup banyak warga masyarakat kita, khususnya di Indonesia, yang belum terlalu memahami isu pemanasan global dan perubahan iklim ini. Meskipun sudah sering menjadi bahan pemberitaan di media massa, namun informasi tersebut biasanya terlalu umum atau bahkan hanya menyajikan gejala permukaannya saja. Panduan ini justru dibuat untuk menjelaskan, dalam gaya bahasa dan cara penyajian semudah mungkin, terutama bagi para pembaca awam. Karena itu, penuturannya disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang langsung disusul dengan jawaban-jawabannya secara ringkas dan padat.

Kami berharap panduan ini benar-benar dapat membantu anda memahami lebih baik salah satu masalah tergawat yang dihadapi oleh umat manusia sedunia saat ini. Lebih dari itu, kami juga berharap panduan ini benar-benar dapat menjadi panduan bagi anda untuk bersikap dan bertindak —secara perseorangan maupun kelompok— menyumbangkan sesuatu yang bermakna mengatasi masalah yang terlalu penting untuk diserahkan hanya kepada segelintir penguasa dan para pakar saja.

Bersaksi Untuk Pembaruan Agraria
Lihat Detail

Bersaksi Untuk Pembaruan Agraria

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179

Rp.65.000
4.0
Beli Sekarang
atau Belanja melalui 'Market Place' favorit anda :

Deskripsi Produk

Penulis Noer Fauzi Rachman
ISBN 978-602-0857-28-2
Ukuran 14x21cm; xx + 180 hlm
Cover Soft cover
Stok 15
Dikirim Dari kota Yogyakarta

Suatu ketika penulis buku ini ditanya dalam bahasa Sunda oleh seorang tokoh petani Badega, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang baru keluar dari penjara, kurang lebih artinya, “Mengapa para petani di desa-desa dirampas tanahnya dan tidak dilindungi oleh pemerintah? Sebaliknya, petani yang mengambil kembali tanah kepunyaannya justru dipenjarakan?”

Semasa lebih dari 17 tahun setelah kejadian yang menentukan itu, penulis secara otodidak menjadi saksi dari peristiwa-peristiwa perampasan hak petani, mem-pelajari dan menuliskan keadaan agraria penduduk dan politik agraria yang menyebabkannya, melancarkan kampanye mengeraskan suara penduduk korban, dan menyelenggarakan kegiatan pendidikan hingga advokasi untuk perubahan kebijakan. Buku ini merupakan salah satu endapan pengetahuan dari proses yang panjang itu.

Buku ini pertama kali terbit pada Agustus 2003 oleh INSISTPress bekerjasama dengan Konsorsium Perubahan Agraria (KPA), dan Lingkar untuk Pembaharuan Desa & Agraria (KARSA). Edisi cetakan kedua ini dihadirkan ulang kepada khalayak dengan sentuhan sampul baru.  ***

Daftar Isi:

  • Pendahuluan – x
  • Kondisi Agraria Petani dan Momentum untuk Pembaruan Agraria -1
  • Perjalanan Pembaruan Agraria: Urusan yang Belum Selesai -17
  • Pembaruan Agraria yang Didongkrak oleh Rakyat – 37
  • Konflik Tenurial: Yang Diciptakan, Tapi Tak Hendak Diselesaikan – 50
  • Bagaikan Memasak Kue Bika: Arena-arena Penyelesaian Konflik Agraria – 65
  • Politik Hukum Agraria yang Menyangkal Hak-hak Adat – 79
  • Gurita Neo-Liberalisme: Strategi Global, Adaptasi Nasional – 92
  • Kemelut Pembaruan Hukum untuk Penyelesaian Konflik Agraria – 117
  • Pembaruan Agraria Semasa Otonomi Daerah: Jalan Kolaboratif?
  • Penutup – 154
  • Penulis – 179